Iklan

Kemenkes Ungkap Penyebab Tingginya Konsumsi Tembakau di Kalangan Pelajar

Joni Irawan
Senin, 01 Juni 2026 | 01:00 WIB Last Updated 2026-06-01T08:00:24Z


Kemenkes Ungkap Penyebab Tingginya Konsumsi Tembakau di Kalangan Pelajar

LIPUTAN INDONESIA - Sekitar 20 persen pelajar di Indonesia masih mengonsumsi produk tembakau. Angka tersebut menunjukkan tantangan besar dalam pengendalian rokok pada kelompok usia muda.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, menilai regulasi pengendalian tembakau sudah cukup banyak. Meski demikian, penerapan aturan di lapangan masih belum optimal.

“Regulasinya sudah sangat banyak, tetapi law enforcement atau penegakan aturannya masih kurang,” kata Nadia, dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Minggu, 31 Mei 2026. Ia mencontohkan pelanggaran kawasan tanpa rokok yang masih sering ditemukan.

Menurut Nadia, daya tarik produk tembakau terhadap remaja juga masih tinggi. Kemasan menarik dan beragam varian rasa menjadi faktor yang memicu rasa penasaran pelajar.

“Banyak negara sudah menerapkan kemasan polos, sedangkan kita masih memiliki kemasan yang beragam dan menarik,” ujarnya. Kondisi itu dinilai berpotensi menarik minat generasi muda untuk mencoba rokok.

Selain itu, harga rokok di Indonesia masih relatif murah dibandingkan banyak negara. Nadia menyebut kenaikan harga dapat membantu menekan konsumsi rokok, terutama pada kalangan pelajar.

“Kalau harga rokok berkisar Rp75 ribu sampai Rp100 ribu, itu dapat mengubah perilaku masyarakat untuk mengurangi merokok,” ucapnya. Namun, ia menegaskan kebijakan harga harus disertai langkah pengendalian lainnya.

Pemerintah juga melarang penjualan rokok ketengan dan penjualan dalam radius 200 meter dari sekolah. Aturan tersebut diharapkan dapat mengurangi akses pelajar terhadap produk tembakau.

Di sisi lain, promosi rokok di ruang digital masih menjadi tantangan. Nadia menilai konten media sosial yang menampilkan produk rokok dapat memengaruhi persepsi anak dan remaja.

“Kita masih melihat influencer yang menampilkan produk rokok atau vape di media sosial,” katanya. Menurutnya, paparan semacam itu dapat mendorong ketertarikan pelajar terhadap tembakau.

Kementerian Kesehatan menilai diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk melindungi generasi muda. Pengendalian tembakau tidak cukup hanya melalui regulasi, tetapi juga pengawasan dan edukasi berkelanjutan.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, sebanyak 20 persen pelajar Indonesia berusia 13-17 tahun menggunakan produk tembakau. Selain itu, sekitar 12 persen dari kelompok usia tersebut adalah pengguna aktif rokok. Sumber artikel RRI.CO.ID, Jakarta

01 Jun 2026 14:30 WIB, Pusat Pemberitaan Oleh - Ellyani Ratnaningsih, Editor - Tegar

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kemenkes Ungkap Penyebab Tingginya Konsumsi Tembakau di Kalangan Pelajar

Trending Now

Iklan

iklan