SUMBAWA – Sejumlah Program Strategis Nasional (PSN) yang sedang diupayakan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, kini menunjukkan perkembangan positif. Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., saat memimpin Apel Rutin di Halaman Kantor Bupati Sumbawa pada Senin (30/6/2026).
Apel pagi ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, serta ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai instansi lingkungan Pemkab Sumbawa.
Dalam amanatnya, Bupati Syarafuddin membeberkan tiga poin penting terkait kemajuan daerah, mulai dari sektor peternakan, pelestarian budaya, hingga pengawasan energi bersubsidi.
1. Progres Program Unggas Terintegrasi dan Sekolah Rakyat
Bupati menyampaikan bahwa program unggas terintegrasi kini telah memasuki tahap krusial. Pemerintah pusat menjadwalkan peninjauan langsung ke lapangan dalam waktu dekat.
"Minggu depan Direktur dari Kementerian bersama PT Berdikari akan datang ke Kabupaten Sumbawa untuk melakukan verifikasi terhadap tiga lokasi milik Pemkab Sumbawa yang telah diusulkan. Sementara itu, untuk program Sekolah Rakyat juga akan memasuki tahap verifikasi akhir," ujar Syarafuddin.
2. Revitalisasi Tiga Istana Bersejarah
Kabar baik juga datang dari sektor kebudayaan. Pemkab Sumbawa berhasil mengandeng Kementerian Kebudayaan untuk menjaga kelestarian situs sejarah lokal. Setelah melakukan peninjauan langsung, Direktur Warisan Budaya berkomitmen membantu revitalisasi cagar budaya di Sumbawa.
Tiga bangunan bersejarah yang akan segera direvitalisasi adalah:
- Istana Dalam Loka
- Istana Bala Kuning
- Istana Bala Putih
Langkah ini diharapkan tidak hanya merawat warisan leluhur, tetapi juga memperkuat identitas serta daya tarik wisata sejarah di Kabupaten Sumbawa.
3. Sorotan Tajam Terhadap Penyalahgunaan LPG 3 Kg
Di luar pencapaian program strategis, Bupati Syarafuddin memberikan atensi khusus pada masalah kelangkaan dan distribusi gas LPG bersubsidi yang belum tepat sasaran. Beliau menyoroti adanya pelaku usaha kelas menengah dan besar yang masih nekat menikmati komoditas yang seharusnya menjadi hak masyarakat miskin.
"Permasalahan ini bukan hanya soal kuota yang terbatas, tetapi juga mengenai ketepatan sasaran penerima subsidi," tegas Bupati.
Di akhir arahannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran ASN untuk memperketat pengawasan distribusi di lapangan agar kuota gas melon tersebut benar-benar dinikmati oleh warga yang berhak.
Penulis Wartawan Joni Irawan


