LIPUTAN INDONESIA - Tujuh jemaah haji Indonesia wafat di
Arab Saudi akibat kondisi kesehatan. Mayoritas kematian dipicu serangan jantung
dan radang paru-paru, Minggu, 4 Mei 2026.
Juru Bicara Kementerian Haji Maria Assegaf menyampaikan
jumlah jemaah wafat mencapai tujuh orang. “Kita doakan semoga husnul khotimah,”
ujarnya.
Maria menjelaskan kondisi kesehatan jemaah menjadi perhatian
utama selama pelaksanaan ibadah haji. Ia menyebut cuaca panas turut memengaruhi
kesehatan jemaah.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji menjamin pelaksanaan badal
haji bagi jemaah wafat. "Layanan ini memastikan ibadah tetap terlaksana
sesuai ketentuan," katanya.
Data menunjukkan ribuan jemaah menjalani rawat jalan di
berbagai sektor layanan. Sebanyak 117 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji
Indonesia.
Selain itu, 141 jemaah dirawat di rumah sakit Arab Saudi.
Dari jumlah tersebut, 59 jemaah masih menjalani perawatan intensif.
Maria memastikan pelayanan kesehatan diberikan secara
optimal bagi seluruh jemaah Indonesia. “Layanan tersedia di kloter, sektor,
hingga fasilitas rujukan,” katanya.
Suhu udara di Makkah mencapai 43 derajat celcius pada siang
hari. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi jemaah.
Pagi hari suhu berada di kisaran 26 derajat celcius dan
meningkat drastis siang hari. Pada malam hari, suhu turun menjadi sekitar 34
derajat celcius.
Jemaah diimbau menjaga kondisi tubuh selama beradaptasi dengan cuaca pana s ekstrem. Petugas meminta jemaah memperbanyak istirahat dan konsumsi air.Sumber artikel RRI.CO.ID, Makkah


