Nilai Sempurna Tapi Gugur, Pencoretan Calon Paskibraka Asal Makassar Memicu Kontroversi
Polemik seleksi Paskibraka Sulawesi Selatan 2026 mencuat ke publik setelah Cathlyn Yvaine Lesmana, siswi asal Makassar, dicoret dari daftar calon Paskibraka tingkat nasional yang diusulkan ke Istana Negara.
Posisinya yang semula berada di peringkat tiga besar hasil seleksi dilaporkan diganti oleh siswi asal Jeneponto, yang diduga memicu kontroversi mengenai transparansi penilaian.
Alasan Pencoretan dan Nilai yang Tinggi, Berdasarkan laporan publik dan komunitas Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Makassar, pencoretan ini dinilai janggal karena Cathlyn memiliki perolehan poin seleksi yang sangat tinggi: Skor Tes Akademik, Meraih nilai sempurna 100 pada Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan skor 95 pada Tes Inteligensia Umum (TIU).
Indikator Bahasa Daerah: Berdasarkan pernyataan Ketua PPI Makassar, Muhammad Fahmi, muncul kabar bahwa kemampuan penguasaan bahasa daerah dijadikan salah satu alasan yang menggugurkan posisi Cathlyn di detik-detik akhir.
Respons Pemerintah dan DPRD, Kasus ini langsung menarik perhatian serius dari jajaran pejabat pemerintahan daerah, Wali Kota Makassar, Turut mempertanyakan kejelasan indikator serta transparansi dari tim seleksi tingkat provinsi mengenai keputusan tersebut.
DPRD Sulawesi Selatan, Ketua DPRD Sulsel Rahmatika Dewi, memastikan pihaknya akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) resmi untuk memanggil pihak panitia seleksi demi meluruskan simpang siur ini.
Publik kini mendesak Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan panitia daerah untuk membuka hasil penilaian secara transparan guna menghindari spekulasi adanya peserta "titipan". Demikian
Joni Irawan


