| Foto Dokumentasi Bullog Sumbawa |
Stok Pangan di Sumbawa Aman, Bulog Targetkan Penyaluran Bantuan Mulai Maret-April 2026
SUMBAWA – Perum Bulog Kantor Cabang Sumbawa memastikan ketersediaan stok pangan di wilayah Kabupaten Sumbawa berada dalam kondisi aman dan mencukupi. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Bulog Cabang Sumbawa, Muhammad Nur Ristanto, S.P., dalam sesi wawancara di ruang kerjanya pada Selasa, 31 Maret 2026.
Meskipun terdapat dinamika kenaikan harga di pasar, Nur Ristanto menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadinya kelangkaan pangan, terutama karena saat ini wilayah Sumbawa sedang memasuki masa panen raya.
Capaian Serapan Gabah Petani Guna menjaga stabilitas stok nasional, Bulog terus melakukan serapan Gabah Kering Panen (GKP) langsung dari petani lokal. Tercatat sejak Januari hingga Maret 2026, realisasi penyerapan gabah di Sumbawa telah mencapai 18.000 ton. Saat ini, Bulog melakukan pembelian gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram untuk jenis GKP.
Terkait hal ini, pihak Bulog memberikan imbauan khusus kepada para petani agar memperhatikan usia panen yang cukup. Pemanenan pada waktu yang tepat sangat krusial agar kualitas beras yang dihasilkan nantinya bisa lebih optimal dan sesuai standar.
Kenaikan Drastis Penerima Bantuan Pangan Selain fokus pada penyerapan, pemerintah juga bersiap menyalurkan program bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng yang dijadwalkan mulai berjalan pada April 2026.
Menariknya, terdapat kenaikan jumlah penerima manfaat yang cukup signifikan di Kabupaten Sumbawa pada tahun ini:
Kenaikan Presentase: Meningkat sebesar 53 persen dibandingkan tahun 2025.
Jumlah Penerima: Dari sebelumnya 37.532 jiwa pada tahun 2025, kini melonjak menjadi 57.510 penerima pada tahun 2026.
Selisih Kenaikan: Terdapat penambahan sebanyak 19.978 orang penerima bantuan baru.
Dengan cadangan pangan yang kuat dan serapan yang terus berjalan, Bulog optimistis kebutuhan pangan masyarakat di Kabupaten Sumbawa tetap terjaga tanpa kendala selama masa distribusi bantuan mendatang. Demikian
Report Joni Irawan

