![]() |
| Anasrullah (Baju Putih) Kepala Desa Kokarlian. |
Menuju Akhir Jabatan, Kades Kokarlian Dilema Antara Lanjut atau Berhenti di Pilkades 2026
POTO TANO – Suasana hangat menyelimuti pertemuan silaturahmi antara Kepala Desa Kokarlian Anasrullah, Kecamatan Poto Tano, dengan Joni Irawan, pemilik Media Online LIPUTAN INDONESIA. Pertemuan ini tidak hanya sekadar kunjungan biasa, melainkan juga membahas masa depan kepemimpinan di Desa Kokarlian menjelang berakhirnya masa jabatan Kades pada Desember 2026 mendatang.
Salah satu poin yang paling menarik perhatian adalah profil sang Kepala Desa yang tergolong sangat muda. Di masa akhir jabatannya nanti pada Desember 2026, ia baru menginjak usia 34 tahun—sebuah usia produktif yang jarang ditemui pada posisi pemimpin desa dengan pengalaman penuh satu periode.
Meski memiliki rekam jejak kepemimpinan di usia muda, sang Kades saat ini mengaku masih berada dalam kebimbangan atau dilema. Ia tengah menimbang-nimbang antara maju kembali atau menyudahi pengabdiannya pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan diikuti oleh 22 desa di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tahun ini.
"Sampai saat ini saya masih berpikir, antara maju lagi atau tidak. Keputusan ini sangat bergantung pada dinamika di tengah masyarakat," ungkapnya dalam sesi silaturahmi tersebut.
Kondisi politik di Desa Kokarlian sendiri saat ini terpantau masih landai. Hingga berita ini diturunkan, belum muncul nama-nama bakal calon yang dianggap sebagai figur "terbaik" atau penantang kuat untuk memimpin desa ke depan. Hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan strategis sang petahana.
Sang Kades memberikan sinyal kuat bahwa keberlanjutan kepemimpinannya adalah bentuk tanggung jawab moral terhadap warga. Jika hingga mendekati hari pendaftaran nanti tetap tidak ada figur calon lain yang muncul untuk membawa perubahan bagi desa, ia menyatakan kesiapannya untuk kembali bertarung di Pilkades mendatang demi menjaga stabilitas dan keberlangsungan program pembangunan di Kokarlian.
Dukungan dari tokoh media seperti Joni Irawan diharapkan mampu memberikan pandangan objektif mengenai arah pembangunan desa ke depan, terutama dalam menghadapi tantangan transformasi digital dan pelayanan publik yang lebih transparan. Demikian
Reporter Joni Irawan


