Memasang informasi hanya di website sendiri ibarat berteriak di dalam kamar tertutup.
Membangun kerja sama antara media eksternal dengan sekolah, dinas, atau instansi pemerintah memang sering membentur tembok birokrasi yang kaku. Jika alasan anggaran dan sudah punya website sendiri terus dijadikan tameng utama, maka berikut adalah analisis dampaknya,
Terjebak dalam "Gema Sendiri" (Echo Chamber), Memasang informasi hanya di website sendiri ibarat berteriak di dalam kamar tertutup. Hanya orang yang sudah tahu alamat website Anda yang akan datang. Instansi gagal menjangkau audiens baru (calon siswa, mitra strategis, atau masyarakat umum) yang justru lebih banyak menghabiskan waktu di media eksternal atau portal berita independen.
Matinya Ekosistem Informasi Publik, Jika instansi pemerintah bersikap individualis karena merasa punya platform sendiri, maka media eksternal yang berfungsi sebagai kontrol sosial dan penyebar informasi publik akan kekurangan dukungan. Padahal, instansi butuh media untuk validasi pihak ketiga. Kepercayaan publik lebih kuat muncul dari pemberitaan media luar daripada klaim di website internal.
Anggaran Adalah Pilihan, Bukan Hambatan, Alasan "tidak ada anggaran" seringkali sebenarnya adalah masalah prioritas. Banyak instansi memiliki anggaran sosialisasi atau kehumasan yang besar, namun habis untuk kegiatan seremonial internal. Kerja sama iklan/mediasi dengan pihak luar seharusnya dipandang sebagai investasi untuk meningkatkan citra dan transparansi publik, bukan sekadar biaya tambahan.
Risiko Ketertinggalan Narasi Dunia digital bergerak cepat. Jika terjadi krisis komunikasi atau berita negatif, website instansi tidak akan cukup kuat untuk membendung arus informasi. Tanpa hubungan baik (melalui kolaborasi iklan/media) dengan media eksternal, instansi akan kesulitan mencari mitra untuk meluruskan narasi atau melakukan counter-issue secara efektif.
Terakhir, Sifat eksklusif dengan alasan "sudah punya website" adalah pola pikir yang ketinggalan zaman. Di era kolaborasi, jejaring jauh lebih mahal harganya daripada sekadar hosting website. Tanpa kolaborasi dengan media eksternal, instansi akan tetap menjadi "menara gading" yang terlihat megah namun terisolasi dari masyarakat luas. Demikian
Penulis Joni Irawan


