Harmoni dalam Keberagaman: Malam Takbiran Idul Fitri 1447 H dan Nyepi 1948 Saka Jatuh Bersamaan
KABUPATEN SUMBAWA – Sebuah momen langka yang mempertegas indahnya toleransi beragama akan terjadi pada tahun 2026. Berdasarkan kalender masehi, pelaksanaan malam Takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah diprediksi akan berlangsung bersamaan dengan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948, yang jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026.
Pertemuan dua hari besar keagamaan ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dan tokoh lintas agama. Mengingat Hari Suci Nyepi menuntut keheningan total melalui prosesi Catur Brata Penyepian, sementara malam Takbiran biasanya dirayakan dengan syiar dan pawai yang meriah, koordinasi intensif mulai dilakukan untuk memastikan kedua ibadah berjalan khidmat.
Ketua Ormas KATOKAL PEDULI Kabupaten Sumbawa, Joni Irawan, S.Pd.,M.Si. menyatakan bahwa situasi ini adalah ujian sekaligus bukti kematangan toleransi di Indonesia. Masyarakat diimbau untuk saling menghormati, di mana pelaksanaan takbiran kemungkinan besar akan difokuskan di dalam masjid tanpa pengeras suara luar atau pawai di jalan raya demi menghormati umat Hindu yang sedang melaksanakan tapa brata.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengeluarkan panduan resmi terkait teknis pelaksanaan ibadah agar semangat kemenangan Idul Fitri tetap terasa tanpa mengganggu kesucian hari Nyepi. Fenomena ini diharapkan menjadi simbol kuat persatuan bangsa dalam bingkai moderasi beragama. Demikian
Penulis Joni Irawan


