Ketika ditanya tentang rahasia di balik kebahagiaan, profesor psikologi terkemuka di Universitas California Riverside Dr. Lyubomirsky menyebut koneksi dan hubungan, pikiran positif, dan rasa memiliki kendali dalam hidup sebagai jawaban.
Namun, ketika diminta memilih satu hal saja, menurut
siaran The New York Times pada 11 Februari 2026, dia menyebut
"merasa dicintai" sebagai rahasia di balik kebahagiaan.
Dalam buku "How To Feel Loved" yang ditulis
Lyubomirsky bersama Harry Reis, profesor psikologi di Universitas Rochester
yang mempelajari hubungan dekat, disebutkan bahwa yang benar-benar membuat kita
bahagia adalah banyaknya cinta yang kita rasakan kembali ke kita.
Alih-alih berusaha mengubah diri atau mengubah orang lain,
mereka menyampaikan bahwa orang bisa lebih dicintai kalau mau mengubah pola
komunikasi.
Mereka berpendapat, orang perlu membuat orang lain merasa
dicintai kalau ingin lebih dicintai dan salah satu cara untuk melakukannya
adalah dengan berusaha menjadi pendengar yang lebih baik.
Lyubomirsky merekomendasikan penerapan pola pikir
"mendengarkan untuk belajar" saat orang lain berbicara atau
bercerita, mengalihkan fokus dari menanggapi ke memahami.
Menurut Lyubomirsky dan Reis, "Ketika seseorang merasa
benar-benar diperhatikan, dihargai, dan dipahami oleh Anda, mereka menjadi
lebih bersedia, termotivasi, dan bahkan bersemangat untuk melakukan hal yang
sama untuk Anda."
Lyubomirsky mengatakan bahwa menjadi pendengar yang lebih
baik membutuhkan latihan, yang bisa dilakukan dengan berusaha untuk tidak
menyela, tidak memberikan nasihat kecuali diminta, dan mengajukan pertanyaan
lanjutan.
Alih-alih berusaha mengubah cara untuk mendekati setiap
orang, menurut Dr. Lyubomirsky lebih baik memulai dengan memilih satu orang
yang diinginkan.
Setelah menetapkan target, buatlah rencana untuk menantang
diri sendiri untuk melakukan beberapa percakapan dengan orang tersebut dan
berusaha menjadi pendengar yang lebih baik.
Tanggapan timbal balik tidak dijamin, tetapi umumnya orang
cenderung merespons mereka yang menunjukkan perhatian dan kebaikan dengan
perhatian dan kebaikan.
Tidak adanya timbal balik mungkin merupakan tanda bahwa itu
bukan hubungan yang layak mendapatkan banyak investasi usaha dan energi.
"Terkadang kita memilih orang yang salah yang
sebenarnya ingin kita cintai," kata Lyubomirsky.
Lyubomirsky dan Reis berpendapat, memilih dengan bijak dan fokus pada pendekatan dalam percakapan bisa mendatangkan lebih banyak cinta dan kebahagiaan. Menurut mereka, merasa dicintai bukanlah sesuatu yang di luar kendali Anda. Sumber artikel ANTARA 2026


