
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menyampaikan ucapan selamat HUT ke-80 TNI AU dalam unggahan di media sosial TNI AU dipantau di Jakarta, Kamis (9/4/2026). ANTARA/Prisca Triferna/pri.
Wapres kecam kekerasan seksual terhadap 50 santriwati di ponpes Pati
LIPUTAN INDONESIA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengecam keras dugaan kekerasan seksual terhadap 50 santriwati di pondok pesantren di Kabupaten Pati dan memastikan proses hukum terhadap pelaku kekerasan seksual berjalan transparan dan berkeadilan.
"Saya mengecam keras kejadian pelecehan terhadap
santriwati yang terjadi di Pati. Tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi.
Proses hukum akan dilakukan secara tegas, transparan, dan berkeadilan,"
kata Wapres Gibran dalam pernyataan resmi diterima di Jakarta, Selasa.
Wapres memastikan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan
Presiden Prabowo Subianto telah menempatkan isu perlindungan anak sebagai
prioritas.
Salah satu fokusnya adalah membuat lingkungan sekolah maupun
pesantren harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak.
Mengenai kasus yang terjadi di Pati, Jawa Tengah, Gibran
menyatakan telah meminta agar pendampingan psikologis serta penyembuhan trauma
terus diberikan secara intensif kepada para korban.
"Ke depan, pengawasan dan perlindungan peserta didik
akan diperkuat untuk mencegah kejadian serupa terulang," ujar Gibran.
Sebelumnya, terjadi dugaan pencabulan terhadap setidaknya 50
santriwati yang dilakukan pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa
Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.
Para korban umumnya masih duduk di bangku SMP kelas VII hingga
IX. Beberapa korban merupakan anak yatim piatu atau berasal dari keluarga
miskin yang bergantung pada pendidikan gratis di pesantren tersebut.
Polresta Pati telah menetapkan pengasuh pesantren berinisial
AS sebagai tersangka. Meskipun telah berstatus sebagai tersangka, AS hingga
kini belum juga ditahan.
Sumber artikel https://www.antaranews.com/berita/5554965/wapres-kecam-kekerasan-seksual-terhadap-50-santriwati-di-ponpes-pati?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right

