Iklan

Kenalkan Alat Kelamin pada Anak dengan Nama Asli, Bukan Cuma 'Burung'

Joni Irawan
Kamis, 23 April 2026 | 02:18 WIB Last Updated 2026-04-23T09:18:08Z

Ilustrasi. Orang tua disarankan untuk mengenalkan alat kelamin pada anak dengan nama aslinya. (Foto Istock/ Fizkes)

Kenalkan Alat Kelamin pada Anak dengan Nama Asli, Bukan Cuma 'Burung'

Mengajarkan anatomi tubuh, termasuk alat kelamin, pada anak masih dianggap tabu oleh banyak orang tua . Padahal, cara ini menjadi salah satu bentuk pendidikan seksual yang paling mendasar untuk si kecil.

Alih-alih menyebut alat kelamin dengan nama sebenarnya, tak sedikit orang tua yang malah menggunakan istilah lain seperti 'burung' untuk sebutan penis dan 'dompet' untuk sebutan vagina. Tentu saja agar terdengar tidak terlalu vulgar.

Psikolog anak dan keluarga Anna Surti menyarankan orang tua untuk mulai membiasakan diri menyebut alat kelamin dengan nama aslinya, penis dan vagina.

Jadi kalau sampai saat ini para ahli sepakat bahwa yang perlu disebutkan itu adalah nama asli [alat kelamin]. Karena kalau diberikan nama alias itu membingungkan secara struktur atau kosa kata bahasa, jelas Anna saat dihubungi CNNIndonesia.com , Jumat (10/3).

Menurut Anna, dengan menggunakan sebutan lain untuk alat kelamin, kemampuan bahasa anak juga jadi terganggu. Utamanya, saat mereka tengah mencoba berkomunikasi dengan orang lain.

“Ketika dia ngobrol dengan tantenya, terus tantenya bilang 'tante keluarin dompet dulu ya', itu membingungkan lho , untuk anak. Padahal kan , ada benda lain dengan nama dompet. Jadi kosa katanya dia nanti campur-campur,” lanjut Anna menjelaskan.

Selain itu, mengenalkan alat kelamin dengan nama aslinya juga membuat anak secara otomatis terlindung dari ancaman seksual.

Anna mengatakan, pengetahuan akan alat kelamin membuat anak bisa lebih cepat melaporkan apa yang terjadi saat mengalami pengungkapan seksual. Anak bisa menjelaskan pemahaman yang dilakukan orang lain terhadap alat kelaminnya.

Untuk itu, Anna kembali memperingatkan orang tua untuk mengenalkan alat kelamin dengan nama aslinya pada si kecil.

“Jadi justru rekomendasinya sebenarnya, anak perlu diperkenalkan dengan nama aslinya,” ucapnya lebih lanjut.

Tak cuma untuk menghindari mengungkapkan, pengenalan anak terhadap alat kelamin juga memberikan dampak positif terhadap hal seksual lainnya.

Misalnya, anak bisa nyaman menyebutkan keluhan pada organ intimnya pada dokter tanpa perlu bingung. Hal ini tentu akan mempermudah observasi dan diagnosis dokter.

"Itu [penis dan vagina], kan , bahasa komunikasi yang memang dipakai oleh dokter juga. Jadi memang itu jadi bahasa universal," kata Anna. Sumber artikel CNN Indonesia.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kenalkan Alat Kelamin pada Anak dengan Nama Asli, Bukan Cuma 'Burung'

Trending Now

Iklan

iklan