![]() |
| ilustrasi teman yang mengobrol. (Freepik) |
Kata psikologi, 8 tipe orang ini tak pantas dijadikan teman
JawaPos.com – Dalam hidup, Anda bertemu dengan banyak orang, beberapa di antaranya menjadi teman. Namun tidak semua pertemanan itu sehat atau bermanfaat.
Psikologi mengatakan ada tipe-tipe orang tertentu yang dapat lebih banyak menimbulkan kerugian daripada manfaat dalam hidup Anda.
Dilansir geediting, berikut 8 tipe orang yang tidak pantas dijadikan teman.
1. Si pengeluh
Kita semua pernah mengalami hari-hari buruk dan wajar jika
kita curhat kepada teman-teman.
Tapi ada juga teman-teman yang sepertinya menjadikan
mengeluh sebagai kebiasaan mereka.
Psikologi menunjukkan bahwa paparan negatif yang
terus-menerus dapat memengaruhi kesehatan mental Anda.
Jika Anda merasa lelah setelah menghabiskan waktu dengan
teman yang hanya mengeluh, mungkin sudah saatnya mengakhiri pertemanan
tersebut.
2. Teman yang bertepuk sebelah tangan
Pertemanan itu tentang memberi dan menerima.
Jika Anda terus-menerus merasa kebutuhan dan perasaan
diabaikan, mungkin sudah saatnya untuk mundur sejenak dan mengevaluasi kembali
pertemanan tersebut.
3. Tukang drama
Selalu ada teman yang selalu dikelilingi kekacauan dan drama. Mereka tampaknya menikmati hal itu
Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa kepribadian yang cenderung konfliktif sering kali tertarik pada drama karena ini memenuhi kebutuhan mereka akan perhatian dan pengakuan.
Berada di tengah kekacauan yang terus-menerus ini bisa
melelahkan dan merusak kedamaian batin Anda.
4. Pesaing yang selalu ada
Persaingan sehat antar teman bisa menyenangkan dan
memotivasi.
Namun, ada beberapa teman yang tampaknya menjadikan segala
sesuatu sebagai kontes, selalu berusaha mengungguli Anda atau selangkah lebih
maju.
Mulai dari prestasi pribadi hingga harta benda, mereka
terus-menerus membandingkan. Hal ini dapat membuat Anda merasa tidak mampu dan
stres, selalu merasa perlu untuk mengimbangi.
5. Teman yang hanya ada saat senang
Anda akan menghargai teman-teman yang selalu ada untukmu di
saat-saat tergelap, menawarkan dukungan ketika sangat membutuhkannya.
Namun, beberapa teman hanya hadir di saat-saat bahagia,
menghilang ketika keadaan menjadi sulit.
Tipe teman seperti ini dapat membuat Anda merasa
ditinggalkan dan dikhianati ketika Anda paling membutuhkannya.
6. Penyebar gosip
Berbagi rahasia dan cerita pribadi dapat memperkuat
pertemanan.
Namun, ada perbedaan mencolok antara berbagi dan bergosip.
Psikologi mengatakan bahwa pertemanan yang dibangun di atas
gosip bersifat dangkal dan dapat menyebabkan kecemasan dan ketidakpercayaan.
Jika terus-menerus khawatir tentang apa yang mungkin
dikatakan teman Anda di belakang Anda, mungkin sudah saatnya mengakhiri
tersebut.
7. Teman yang egois
Pertemanan seharusnya bersifat timbal balik, di mana kedua
pihak menunjukkan minat pada kehidupan satu sama lain.
Namun, beberapa teman tampaknya hanya peduli pada diri
mereka sendiri.
Perilaku egois ini dapat membuat Anda merasa tidak dihargai
dan diabaikan.
8. Pengaruh negatif
Lingkungan pergaulan bisa memengaruhi perilaku dan sikap
Anda. Beberapa teman dapat membawa Anda ke jalan yang tidak bermanfaat.
Jika mendapati diri Anda terlibat dalam perilaku yang membuat Anda tidak nyaman, sudah saatnya untuk mempertimbangkan kembali pertemanan tersebut. sumber JawaPos.com


