Iklan

China Luncurkan Pulau Terapung Buatan Pertama di Dunia, Diklaim Anti-badai

Joni Irawan
Kamis, 16 April 2026 | 06:12 WIB Last Updated 2026-04-16T13:12:06Z


China Luncurkan Pulau Terapung Buatan Pertama di Dunia, Diklaim Anti-badai

China resmi meluncurkan pulau terapung buatan pertama di dunia pada akhir bulan lalu.  Proyek ambisius ini merupakan infrastruktur sains dan teknologi nasional yang dirancang khusus agar mampu terapung dan bertahan dalam segala kondisi cuaca di laut dalam.

Fasilitas yang dijuluki "Pulau Terapung Laut Terbuka" ini merupakan platform penelitian kelautan besar pertama di dunia.  Keberadaannya ditujukan untuk mendukung berbagai kebutuhan riset ilmiah, mulai dari pengembangan peralatan kelautan, eksplorasi sumber daya, hingga studi mendalam mengenai ilmu kelautan.

Dikutip dari CCTV News, fasilitas ilmiah raksasa ini terintegrasi dalam tiga sistem utama, yakni platform fasilitas utama, laboratorium berbasis kapal, serta sistem dukungan berbasis darat.

Spesifikasi fasilitas utama Platform utama pulau buatan ini mengusung desain inovatif berupa lambung kembar semi-submersible.

Desain ini memungkinkan dilakukannya pengujian skala penuh untuk peralatan laut dalam yang memiliki bobot hingga ratusan ton. Selain itu, fasilitas ini diproyeksikan mampu mendukung eksplorasi ilmiah dan penelitian eksperimental hingga kedalaman laut penuh mencapai 10.000 meter.

Proyek ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2030 mendatang. Nantinya, pulau terapung ini akan berfungsi sebagai lokasi pengujian laut terbuka untuk sistem penambangan laut dalam, peralatan kelautan kritikal, hingga fasilitas minyak dan gas lepas pantai.  Kehadiran proyek ini diharapkan dapat mempercepat komersialisasi sumber daya laut serta mengungkap pola evolusi ekosistem dan asal-usul kehidupan di samudra.

Sistem penelitian berlapis Proyek ini dikerjakan oleh Universitas Shanghai Jiao Tong (SJTU) dengan mengintegrasikan kemampuan lepas pantai dan dukungan darat dalam satu sistem riset berlapis. Dengan adanya platform ini, para ilmuwan dan insinyur dapat melakukan pengujian teknologi dalam kondisi laut yang sebenarnya.

Hal ini disebut menjadi terobosan penting karena riset tidak lagi hanya bergantung pada laboratorium atau lingkungan pengujian di dekat pantai, melainkan bisa dilakukan secara praktis di laut lepas.

Selain fungsi penelitian teknis, platform ini diharapkan memiliki peran besar dalam bidang meteorologi.  Nantinya, data yang dihasilkan dari pulau terapung akan digunakan untuk menyempurnakan model prakiraan topan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan akurasi pencegahan serta mitigasi bencana di wilayah pesisir. sumber Artikel Kompas

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • China Luncurkan Pulau Terapung Buatan Pertama di Dunia, Diklaim Anti-badai

Trending Now

Iklan

iklan