Berapa Kali Idealnya Pasangan Berhubungan Intim dalam Seminggu? Ini Kata Ahli
LIPUTAN INDONESIA – Frekuensi hubungan intim sering kali menjadi tolok ukur kebahagiaan bagi banyak pasangan suami istri. Namun, pertanyaan mengenai "berapa kali yang normal atau baik dalam seminggu" sering kali memicu kebingungan. Pakar kesehatan menyebutkan bahwa meski tidak ada angka kaku, terdapat pola frekuensi yang dianggap bermanfaat bagi kualitas hubungan dan kesehatan fisik.
Frekuensi "Satu Kali Seminggu" sebagai Standar Kebahagiaan
Berdasarkan data kesehatan, berhubungan intim setidaknya satu kali seminggu dianggap sebagai frekuensi yang cukup untuk menjaga keintiman dan kebahagiaan dalam rumah tangga. Frekuensi ini dinilai bermanfaat secara fisik, mental, dan sosial tanpa memberikan tekanan berlebih pada pasangan yang memiliki jadwal harian yang padat.
Variasi Frekuensi Berdasarkan Kelompok Usia
Frekuensi hubungan seksual secara alami cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Berikut adalah rata-rata frekuensi berdasarkan rentang usia menurut para ahli:
- Usia 20-an: Rata-rata pasangan melakukannya 1–3 kali seminggu.
- Usia 30-an: Frekuensi sedikit menurun menjadi sekitar 1–2 kali seminggu.
- Usia 40-an: Rata-rata stabil di angka 1 kali seminggu.
- Usia 50-an ke Atas: Frekuensi dapat berubah menjadi 2–4 kali sebulan atau dua minggu sekali, tergantung pada kondisi kesehatan fisik dan keinginan masing-masing pasangan.
Manfaat Kesehatan di Balik Hubungan Rutin
Rutin berhubungan intim bukan sekadar masalah kesenangan, melainkan juga membawa dampak positif bagi tubuh, antara lain:
- Menurunkan Tekanan Darah: Aktivitas fisik saat berhubungan seksual dapat membantu menurunkan tensi dan mengurangi respons stres di otak.
- Kesehatan Mental: Membantu pelepasan hormon oksitosin yang meningkatkan rasa percaya dan kedekatan emosional.
- Normalitas Harian: Melakukannya setiap hari pun tergolong normal selama tidak mengganggu produktivitas atau aktivitas sehari-hari.
Kualitas Lebih Penting dari Kuantitas
Meski data menunjukkan angka-angka di atas, para ahli di platform seperti Alodokter dan Halodoc menekankan bahwa angka tersebut bukanlah aturan baku. Faktor kesehatan, tingkat stres, dan komunikasi antar pasangan jauh lebih menentukan kualitas hubungan dibandingkan sekadar mengejar angka frekuensi tertentu.
"Yang terpenting adalah kenyamanan kedua belah pihak. Jika kedua pasangan merasa puas dengan frekuensi yang ada, maka itulah jumlah yang ideal bagi mereka," ungkap salah satu ulasan medis. Demikian.
Report Joni Irawan


