Iklan

Teknik Bertanya Pakar Untuk Kejujuran

Joni Irawan
Minggu, 29 Maret 2026 | 00:53 WIB Last Updated 2026-03-29T07:53:21Z

Para pakar psikologi dan interogator profesional menggunakan berbagai teknik komunikasi strategis untuk memancing kejujuran tanpa perlu konfrontasi yang kasar. Berikut adalah rangkuman teknik utama yang sering digunakan:

1. Model P.E.A.C.E. (Investigative Interviewing)
Metode ini dianggap sebagai standar emas terbaru yang lebih etis dibandingkan teknik interogasi lama. PEACE Model berfokus pada pengumpulan informasi secara kooperatif melalui lima tahap:
  • Planning and Preparation: Persiapan matang sebelum bertanya.
  • Engage and Explain: Membangun rapport (hubungan baik) agar lawan bicara merasa nyaman.
  • Account: Membiarkan subjek bercerita tanpa interupsi, kemudian mengajukan pertanyaan terbuka.
  • Closure: Menutup sesi dengan baik untuk menjaga pintu komunikasi tetap terbuka.
  • Evaluation: Mengevaluasi hasil dan konsistensi cerita.
2. Meningkatkan Beban Kognitif (Cognitive Load)
Pakar sering menggunakan teknik untuk membuat otak pembohong bekerja lebih keras. Mendeteksi Kebohongan melalui beban kognitif dilakukan dengan:
  • Meminta Cerita Secara Terbalik: Pembohong biasanya sudah menyiapkan skenario secara kronologis. Meminta mereka menceritakan kejadian dari akhir ke awal akan mengacaukan skenario buatan mereka.
  • Mempertahankan Kontak Mata: Meminta lawan bicara mempertahankan kontak mata sambil bercerita menambah beban mental bagi yang tidak jujur.
3. Teknik Labeling dan Mirroring (Gaya Chris Voss)
Teknik yang dipopulerkan oleh mantan negosiator FBI Chris Voss ini sangat efektif untuk memancing pengakuan secara sukarela:
  • Mirroring: Mengulangi tiga kata terakhir dari kalimat lawan bicara untuk mendorong mereka menjelaskan lebih detail.
  • Labeling: Memberi label pada emosi atau situasi, misalnya: "Sepertinya Anda merasa terpojok dalam situasi ini." Ini membuat lawan bicara merasa dipahami dan lebih cenderung terbuka.
4. Pertanyaan "Presumptive" (Asumsi)
Alih-alih bertanya "Apakah Anda melakukan itu?", pakar mungkin bertanya dengan asumsi bahwa kejadian itu memang ada, misalnya: "Pukul berapa tepatnya Anda mengambil dokumen itu?". Pertanyaan ini sering membuat orang yang bersalah memberikan detail karena mereka fokus membela diri daripada menyangkal kejadiannya.
5. Strategi "Strategic Use of Evidence" (SUE)
Pakar tidak langsung menunjukkan bukti yang mereka miliki. Mereka membiarkan subjek bercerita terlebih dahulu. Jika cerita subjek bertentangan dengan bukti yang dirahasiakan, pakar akan mengajukan pertanyaan yang menyoroti ketidakkonsistenan tersebut secara perlahan hingga subjek tidak bisa lagi berkelit. Demikian 
Writer: JONI IRAWAN 
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Teknik Bertanya Pakar Untuk Kejujuran

Trending Now

Iklan

iklan