![]() |
| Asap mengepul di atas Stadion Azadi yang rusak akibat serangan di tengah konflik Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, di Teheran (5/3/2026). Foto: Majid Asgaripour/WANA via Reuters |
Indonesia meminta Israel dan Amerika Serikat menghentikan serangan ke Iran, Senin (9/3). Perang di Timur Tengah saat ini masuk pekan kedua.
Konflik bermula saat Israel bersama AS menyerang Iran pada
Sabtu (28/2). Akibatnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas.
Iran membalas serangan dengan menyerang Israel, serta
menargetkan serangan ke pangkalan militer AS di negara-negara Teluk.
Kemlu RI mengatakan, sudah menerima laporan dari perwakilan
terkait kondisi keamanan di Timur Tengah. Menurut Kemlu RI, situasi di sana
mengkhawatirkan.
"Pemerintah Indonesia kembali menyampaikan keprihatinan
mendalam/serious concern atas meningkatnya dan meluasnya ketegangan serta
dampaknya di Timur Tengah," kata Kemlu RI.
"Pemerintah Indonesia menyerukan kepada Amerika Serikat
dan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Iran, serta menyerukan kepada
Iran untuk menghentikan serangan yang menargetkan negara-negara tetangga di
kawasan, termasuk Perserikatan Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Oman, Bahrain,
Kuwait, dan Yordania," sambung mereka.
Kemlu mengatakan, semua pihak yang bertikai di Timur Tengah
punya kewajiban menegakkan prinsip-prinsip hukum internasional, khususnya
mengenai larangan penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan dan integritas
teritorial negara.
"Indonesia mendorong para pihak untuk menahan diri
secara maksimal, meredakan ketegangan, serta kembali ke meja perundingan
melalui dialog dan diplomasi," jelas Kemlu.
"Pemerintah Indonesia terus memantau secara dekat
dampak konflik terhadap WNI yang berada di kawasan dan telah siapkan langkah
kontijensi jika kondisi mengharuskan dilakukan repatriasi dari berbagai
negara," tutup mereka. Sumber artikel Kumparan


