MATARAM – Ribuan jamaah dari Kota Mataram dan sejumlah wilayah di Pulau Lombok memadati Majelis Badruttamam yang digelar pada Minggu kemarin, (22/2/2026) di halaman utama Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan. Sejak usai pelaksanaan salat Subuh, para jamaah telah memenuhi area kegiatan meski diguyur hujan.
Pantauan di lokasi, semangat jamaah tetap tinggi walau cuaca kurang bersahabat. Mayoritas mengaku hadir sejak pagi hari untuk mendengarkan secara langsung tausiyah dan arahan dari Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya.Senin, 23 Februari 2026.
Namun, kemeriahan kegiatan tersebut menyisakan kekecewaan setelah diumumkan bahwa Ketua Umum PBNU batal menghadiri Majelis Badruttamam di Kota Mataram.
Salah seorang jamaah, Rizalul Hadi, mengungkapkan rasa kecewanya atas ketidakhadiran orang nomor satu di PBNU tersebut.
“Tentu kami kecewa. Kami datang pagi-pagi, bahkan salat Subuh berjamaah di sini. Harapannya bisa bertemu dan mendengar langsung pesan-pesan beliau,” ujarnya.
Ia menambahkan, informasi terkait rencana kehadiran Ketua Umum PBNU telah tersebar luas melalui media sosial, grup percakapan, hingga baliho yang terpasang di sejumlah titik.
“Informasi kehadirannya sudah tersebar luas. Makanya saya semangat untuk datang sebagai warga Nahdliyyin,” ucapnya.
Senada dengan Rizal, sejumlah jamaah lainnya juga menyayangkan minimnya informasi awal mengenai pembatalan tersebut. Situasi ini sempat memicu perbincangan di antara jamaah ketika agenda inti dimulai, sementara sosok Gus Yahya tak kunjung hadir. Panitia kemudian menyampaikan permakluman atas ketidakhadiran Ketua Umum PBNU tersebut.
Lukman, jamaah lainnya, turut menyampaikan kekecewaannya.
“Kami sudah datang dengan penuh semangat meskipun hujan. Dari panitia sebelumnya disampaikan beliau akan hadir dan sudah siap, namun ternyata batal. Ini tentu mengecewakan,” tegasnya.
Sebagai warga Nahdliyyin, ia berharap ke depan komunikasi dan penyampaian informasi kepada jamaah dapat dilakukan lebih terbuka dan tepat waktu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun kekecewaan di tengah masyarakat.
LIPUTAN INDONESIA, Report - Helmi




