![]() |
| Sumber Foto Detik |
Berikut Berita Berita Terkini dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan)
Per Bulan Februari 2026, Fokus Swasembada dan Ekspor Beras, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras dan kini bersiap untuk melakukan ekspor ke sejumlah negara.
Target Produksi 2026, Kementan menargetkan produksi beras nasional mencapai 34,77 juta ton. Dikutip dari website kementerian, pertanian.go.id.
Sementara dari Data Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan stok beras pada Februari 2026 mencapai 6,23 juta ton, naik 32,5% secara tahunan.
Saat ini Pemerintah memperkuat tata kelola pupuk bersubsidi melalui Permentan No. 15 Tahun 2025. Kebijakan ini menyederhanakan alur distribusi dengan memindahkan titik serah langsung ke petani atau kelompok tani, bukan lagi berhenti di gudang pengecer.
Adapun program perioritas kementan, Dalam Rapat Kerja dengan DPR RI, Mentan mengusulkan penambahan anggaran dari pagu indikatif Rp13,75 triliun menjadi Rp44,64 triliun untuk mendukung program strategis, seperti, Cetak Sawah, Perluasan lahan sawah baru guna menjamin ketahanan pangan berkelanjutan, kemudian Hilirisasi, Fokus pada 18 proyek hilirisasi komoditas pertanian seperti kelapa sawit dan kelapa. Selanjut di sektor Peternakan, Mulai tahun 2026, fokus prioritas pangan juga bergeser ke sektor perunggasan serta peningkatan produksi susu dan daging sapi.
Dari sisi, diplomasi perdagangan Internasional, melalui diplomasi ekonomi Presiden Prabowo Subianto, sebanyak 53 kelompok komoditas pertanian Indonesia kini mendapatkan fasilitas bebas tarif masuk (0%) ke Amerika Serikat, yang diharapkan dapat mendongkrak nilai ekspor sektor pertanian.
Sementara Stabilitas Harga Jelang Ramadan 2026, Mentan mengimbau pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga pangan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, mengingat stok pangan strategis saat ini dalam kondisi melimpah. Demikian
Penulis, Joni Irawan


