Iklan

Refleksi Hari Pendidikan Nasional 2026: Ketua DPRD Sumbawa Tekankan Pendidikan sebagai Proses Memuliakan Manusia

Joni Irawan
Jumat, 01 Mei 2026 | 19:32 WIB Last Updated 2026-05-02T02:43:55Z


Refleksi Hari Pendidikan Nasional 2026: Ketua DPRD Sumbawa Tekankan Pendidikan sebagai Proses Memuliakan Manusia

SUMBAWA – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2026, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.AP, MM.Inov, menyampaikan pesan mendalam mengenai arah masa depan pendidikan di Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Sumbawa.
Dalam momentum refleksi ini, Nanang Nasiruddin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali spirit pendidikan nasional yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan sebuah proses sakral untuk membentuk karakter bangsa.
"Peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk kita melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional. Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia," ujar Nanang dalam keterangan tertulisnya.
Nanang Nasiruddin menekankan pentingnya filosofi "Sistem Among" yang diletakkan oleh Ki Hajar Dewantara, yakni asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan). Selaras dengan kebijakan nasional, ia mendukung penuh penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang kini menjadi program prioritas kementerian.
"Inti proses pendidikan adalah memuliakan. Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas," tambahnya mengutip adagium populer.
Dalam wawancaranya, Ketua DPRD Sumbawa juga menyoroti lima kebijakan strategis pemerintah pusat yang harus dikawal di daerah, di antaranya:
  1. Revitalisasi dan Digitalisasi: Upaya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman melalui penyediaan papan interaktif digital (PID).
  2. Kesejahteraan Guru: Peningkatan kualifikasi guru melalui beasiswa serta kenaikan tunjangan sertifikasi yang kini ditransfer langsung setiap bulan.
  3. Penguatan Karakter: Menciptakan budaya sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendukung tumbuh kembang siswa.
"Kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru sebagai teladan, agen pembelajaran, dan peradaban. Semua kebijakan, termasuk beasiswa bagi guru yang belum S1 dan insentif bagi guru honorer, dimaksudkan agar guru dapat melaksanakan tugas dengan tenang dan baik," jelas Nanang.
Menutup wawancaranya, Nanang Nasiruddin menegaskan bahwa pendidikan adalah usaha bersama untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap pendidikan di Kabupaten Sumbawa mampu melahirkan insan yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
"Pendidikan adalah fondasi untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan bermartabat. Mari kita jadikan sekolah sebagai rumah kedua yang inklusif dan bebas dari segala bentuk perundungan," pungkasnya.
LAPORAN STAF KHUSUS KETUA DPRD SUMBAWA - JONI IRAWAN
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Refleksi Hari Pendidikan Nasional 2026: Ketua DPRD Sumbawa Tekankan Pendidikan sebagai Proses Memuliakan Manusia

Trending Now

Iklan

iklan