Optimalkan Pelayanan Informasi, Dinas Kominfo Sumbawa Barat Peringati Hari Keterbukaan Informasi Publik Nasional 2026
TALIWANG – Dalam rangka memperingati Hari Keterbukaan Informasi Publik (HAKIP) Nasional yang jatuh pada tanggal 30 April 2026, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sumbawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan transparansi dan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat.
Kepala Dinas Kominfo Sumbawa Barat, Dedy Damhudy M. Khatim, S.P.,M.Si. menyampaikan bahwa momentum ini merupakan pengingat bagi seluruh badan publik untuk memenuhi hak konstitusional warga negara atas informasi. Menurutnya, keterbukaan informasi adalah pilar utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan akuntabel.
"Kami terus berupaya menghadirkan inovasi digital agar akses informasi bagi masyarakat Sumbawa Barat semakin mudah, cepat, dan akurat. Ini bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi bentuk tanggung jawab moral kita dalam melayani publik," ujar Dedy Damhudy dalam keterangannya di Taliwang (23/04).
Peringatan tahun ini mengedepankan transformasi digital sebagai instrumen utama keterbukaan. Dinas Kominfo Sumbawa Barat sendiri telah mengintegrasikan berbagai kanal pengaduan dan layanan data satu pintu guna memastikan tidak ada hambatan komunikasi antara pemerintah dan warga.
Langkah ini diambil guna mendukung visi Kabupaten Sumbawa Barat dalam membangun masyarakat yang cerdas informasi dan tangguh di era digital. Dengan transparansi yang terjaga, diharapkan partisipasi publik dalam pembangunan daerah dapat terus meningkat.
Pihak Kominfo juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif memanfaatkan kanal-kanal informasi resmi pemerintah demi mendapatkan data yang valid dan terhindar dari disinformasi.
Kemudian Pemerintah Luncurkan "Bale Rungan" sebagai Rumah Informasi Terpercaya
Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap membingungkan, pemerintah meluncurkan sebuah terobosan baru dalam pelayanan informasi publik yang diberi nama “Bale Rungan”. Inovasi ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan ruang informasi yang jernih, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Secara etimologis, Bale Rungan diambil dari dua kata bermakna dalam: “Bale” yang berarti rumah sebagai tempat pulang yang inklusif, dan “Rungan” yang berarti kabar atau denyut informasi yang hidup. Gabungan keduanya mencerminkan visi pemerintah untuk menyediakan sebuah “rumah bersama” bagi seluruh lapisan masyarakat dalam mengakses informasi.
Disampaikan bahwa Bale Rungan bukan sekadar saluran informasi searah. Ruang ini didesain sebagai pusat verifikasi di mana setiap kabar diuji menjadi fakta, dan setiap fakta diberi makna agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
“Ini bukan sekadar perubahan nama, tetapi perubahan cara pandang. Kami meyakini bahwa informasi adalah hak masyarakat dan keterbukaan adalah komitmen yang harus dibangun dengan tanggung jawab,” ujar kepala dinas Kominfo.
Bale Rungan diproyeksikan menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai perspektif dan kepentingan. Berbeda dengan birokrasi komunikasi yang kaku, Bale Rungan mengusung pendekatan yang lebih hangat, dekat, dan manusiawi.
Kehadiran ruang ini diharapkan dapat memangkas jarak antara pemerintah dan warga, di mana komunikasi tidak lagi diukur dari siapa yang paling keras berbicara, melainkan siapa yang paling jujur mendengar dan bijak menjelaskan.
Ada tiga poin utama yang menjadi fondasi Bale Rungan:
1. Informasi sebagai Hak: Memastikan keterbukaan bukan hanya kewajiban administratif, tapi layanan primer bagi warga.
2. Kebenaran yang Utuh: Menata dan menjernihkan arus informasi agar yang sampai ke masyarakat adalah data yang valid.
3. Membangun Kepercayaan: Konsistensi dalam menyajikan fakta guna membangun kepercayaan publik secara bertahap dan berkelanjutan.
Dengan resminya pengoperasian Bale Rungan, masyarakat kini memiliki akses ke sebuah wadah di mana "kabar menemukan kebenaran, dan kebenaran menemukan jalannya." Kehadiran inovasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem komunikasi publik yang lebih sehat dan mencerahkan di masa depan.
Penulis Wartawan Joni Irawan


